Review Perjalanan menuju Puncak Star 23.30 Wib 10 Des 2011
Ga keduga aja tiba2 Istri ngajak test Drive VT yang saya juluki MAZ-VThir, padahal sudah malem, tepatnya kami star jam 23.30 wib, karena kemungkinan pada pukul tersebut jalur puncak sudah tidak macet tapi ternyata tetep aja macet.
Keluar dari rumah MAZ-VThir saya ajak langsung masuk tol JORR dan lansung masuk tol JOGORAWI, karena test drive, saya pengen tahu apakah semua fungsi di MAZ-VThir berfungsi dengan normal, AC saya hidupkan aja untuk tes apakah thermometer di dashbord menunjukkan lebih dari 1/2 atau tidak, karena menurut postingan dan pertanyaan para pengguna VT di milist memberikan info, jika Thermometer lebih dari 1/2 akan membuat VT jadi over head, ternyata thermometer MAZ-VThir di garis tengah padahal saya jalam malem sebenernya ngeri juga takut kalo kena gejala over head.
Ternyata puncak pada malam minggu bener-bener bikin kapok, macetnya ga ketolong, apalagi pas macet dengan kondisi menanjak, bikin pegel kaki dan hati takut MAZ-VThir over head, soalnya saya belem kenal banget sama tabiat MAZ-VThir. tapi saya bangga banget dengan MAZ-VThir karena walau konsisi pacet dalam keadaan menanjak doi tetep kuat menanjak dan stabil. ga kalah sama mobil-mobil muda.
Karena kaki pegelnya dah berasa banget, pas ada pom bensin saya langsung aja masuk untuk istirahat dulu, itu sekitar jam 02.00 wib 11 Des 2011, sekalian istri katanya pengen pipis. eh malah keenakan mata jadi ngantuk ya sudah kita tidur di mobil aja. kursi bagia belakang kita tekuk aja, kabin MAZ-VThir jadi berasa lega, Istri dan ketiga anak saya serasa tidur di kasur, kaki bisa dilurusin.
pukul 05.30 wib kami bangun dan langsung numpang sholat Shubuh di musholla Pom Bensin takut keabisan waktu shubuh. setelah sholat kami langsung melanjutkan perjalanan menuju puncak pas.
intinya perjalanan kami menggunakan MAZDA VANTREND bener-bener Amazing, karena dari harga beli yang jauh lebih murah dari mobil-mobil baru, fungsi dan fasilitasnya bener-bener Mantab. dan sudah bisa angkut saya, istri dan 3 anak yang masih imut-imut. ga nyesel deh pake mobil second Vantrend.

Keluarga tercinta


mobil Pertama
Ini adalah Mobil Pertama saya, Keadaan lah yang memaksa saya Untuk memiliki sebuah mobil, karena saya sudah memiliki 1 Putra dan 2 Putri, dari 1 istri tentunya. sebelum memiliki mobil untuk bepergian bersama keluarga menggunakan Motor Thunder kesayangan, saat panas terik kami (masih berempat, bungsu belum lahir) menunggangi Thunder kemana saja sesuai tujuan, Kami nikmati menunggang Thunder dengan tanpa mengeluh sedikitpun, kadang Hujan pun kami libas. Namun di saat Bontot lahir kebersamaan menunggang Thunder jadi kurang asik, karena kalo kedua kakaknya jika naik Thunder ga kuat lama, pasti tidur. nah setelah bungsu lahir Istriku tercinta yang biasanya bisa memegang kedua kakaknya saat tidur di motor sudah ga bisa lagi, karena harus menggendong si bungsu, dan sudah 3 kali ngerasain kehujanan bareng pas lampu merah tiba-tiba Hujan deres banget, kita berlima langsung kebasahan dan ga sempet pake jas Hujan. karena Saya berfikir semakin lama nyampe rumah berarti semakin lama kita kedinginan dan kebasahan, saya tancep gas aja ga peduli ujan tambah lebat, anak2 sih pada seneng dan malah ketawa-ketawa, yang bikin terharu, Aisyah anak kedua saya teriak “ya Allah mudah-mudahan Abah bisa beli mobil ya Allah, supaya kita ga keujanan”. merinding sambil seneng juga sih di doain sama anak yang umurnya baru 3 tahun.
Alhamdulillah Doa anak dan istriku terkabul dengan adanya mobil pertamaku MAZDA VANTREND yang saya juluki MAZ-VThir.
Sunat atau khitan atau sirkumsisi (Inggris: circumcision) adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Frenulum dari penis dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi. Kata sirkumsisi berasal dari bahasa Latin circum (berarti “memutar”) dan caedere (berarti “memotong”).
Sunat telah dilakukan sejak zaman prasejarah, dilihat dari gambar-gambar di gua yang berasal dari Zaman Batu dan makam Mesir purba. Sunat pada laki-laki diwajibkan pada agama Islam dan Yahudi.Praktik ini juga terdapat di kalangan mayoritas penduduk Korea Selatan,Amerika, dan Filipina
Ada 3 alasan utama orang menjalani sirkumsisi :
1. Alasan agama/keyakinan
2. Karena alasan medis
3. Tindakan pencegahan untuk masa depan
Alasan Agama
Khitan termasuk sunnah fitrah. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيُّ قاَلَ : ” اَلْفَطْرَةُ خَمْسٌ, أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفَطْرَةِ : اَلْخِتَانُ وَالاِسْتِدَادُ, وَ تَقْلِيْمُ الاَظَفَارِ,
وَ نَقْفُ الايِطِ وَ قَصُّ الشَّارِبِ “. ( متفق عليه )
“Fithrah itu lima atau lima di antara fithrah adalah : khitan, mencukur rambut kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan menggunting kumis”. [HR al Bukhari-Muslim dalam Riyadhus Shalihin, no. 1211].
Dalam hadits ini, yang dimaksud dengan sunnah fithrah adalah, apabila dikerjakan, maka orangnya berada dalam fithrah yang Allah telah menciptakan dirinya dalam kondisi seperti itu dan menyukainya. Karena orang tersebut akan berada dalam penampilan yang paling sempurna dan mulia.
Itu merupakan sunnah yang disepakati oleh para nabi dan seluruh syari’at. Seolah-olah menjadi perkara yang melekat pada mereka. Disebutkan dalam Faidhu al Qadir al Munawi (1/38), yang kami nukil dari Shahihu Fiqhi as Sunnah hlm. 97, sesungguhnya, maslahat agama dan duniawi terselip pada sunnah-sunnah fitrah ini, yaitu memperbaiki penampilan dan membersihkan kondisi tubuh.
Dari Abu Hurairah Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa nabi Ibrahim melaksanakan khitan ketika berumur 80 tahun, beliau khitan dengan menggunakan kapak. (H.R. Bukhari). Nabi Ibrahim melaksanakannya ketika diperintahkan untuk khitan padahal beliau sudah berumur 80 tahun. Ini menunjukkan betapa kuatnya perintah khitan.
Kulit yang di depan alat kelamin terkena najis ketika kencing, kalau tidak dikhitan maka sama dengan orang yang menyentuh najis di badannya sehingga sholatnya tidak sah. Sholat adalah ibadah wajib, segala sesuatu yang menjadi prasyarat sholat hukumnya wajib.
Hikmah yang terkandung dalam khitan adalah mengajarkan pada seorang anak adalah untuk membiasakan hidup bersih, berani berkorban, dan senang mengikuti sunnah Rasululloh SAW sejak mereka masih kecil, bahkan sebelum akil baligh.
Karena alasan medis
Indikasi medis yang paling sering ditemui adalah kondisi phimosis. Preputium (prepuce, foreskin, kulup, kulit yang melingkupi glans penis/kepala penis) sebenarnya terdiri dari dua lapis: bagian dalam dan bagian luar. Dengan dua lapis ini, maka preputium bisa ditarik ke depan dan belakang pada batang penis.
Pada penis anak yang mengalami phimosis, preputium tidak bisa ditarik ke belakang untuk membuka seluruh bagian kepala penis. Lapis bagian dalam preputium melekat pada glans penis, sehingga ketika preputium ditarik, glans penis tidak bisa terbuka seluruhnya. Kadang perlekatan itu begitu lebar sehingga hanya bagian lubang kencing (meatus urethra externus) yang terbuka. Selama tidak terjadi hambatan berkemih atau tanda-tanda peradangan, masih bisa diobservasi. Harapannya, secara perlahan perlekatan akan menghilang sesuai usia.
Perlu diketahui, saat lahir hanya 4% bayi yang preputiumnya sudah bisa ditarik mundur sepenuhnya sehingga kepala penis terlihat utuh. Selanjutnya secara perlahan terjadi desquamasi sehingga perlekatan itu berkurang. Sampai usia 1 tahun, masih 50% yang belum bisa ditarik penuh. Berturut-turut 30% pada usia 2 tahun, 10% pada usia 4-5 tahun, 5% pada usia 10 tahun, dan masih ada 1% yang bertahan hingga 16-17 tahun. Dari kelompok terakhir ini, ada sebagian kecil yang bertahan secara persisten sampai dewasa bila tidak ditangani.
Phimosis bisa terjadi secara bawaan sejak lahir, bisa juga terjadi kemudian. Penyebab yang sering adalah infeksi pada daerah glans penis dan preputium (balanitis) yang meninggalkan jaringan parut. Selanjutnya preputium melekat ke glans penis pada jaringan parut tersebut.
Kondisi yang berlawanan adalah paraphimosis. Pada kondisi ini, preputium dapat ditarik ke belakang, glans penis terbuka seluruhnya, tetapi justru preputium tidak bisa kembali ke depan dan menjepit penis. Kondisi ini berbahaya karena risiko pembendungan aliran darah dan menyebabkan edema penis. Jepitan sebaiknya segera dibebaskan agar tidak terjadi kerusakan yang bersifat permanen.
Pada lapisan dalam preputium terdapat kelenjar sebacea yang memproduksi smegma. Cairan ini berguna untuk melumasi permukaan preputium. Letak kelenjar ini di dekat pertemuan preputium dan glans penis yang membentuk semacam “lembah” di bawah korona glans penis (bagian kepala penis yang berdiameter paling lebar). Ke dalam lembah ini terkumpul keringat, debris/kotoran, sel mati dan bakteri. Bila tidak terjadi phimosis, kotoran ini mudah dibersihkan.
Pada kondisi phimosis, pembersihan tersebut sulit dilakukan karena preputium tidak bisa ditarik penuh ke belakang. Bila yang terjadi adalah perlekatan preputium dengan gland penis, debris dan sel mati terkumpul di lembah dan tidak bisa dibersihkan.
Bisa juga terjadi lubang di ujung preputium sempit sehingga tidak bisa ditarik mundur dan glans penis sama sekali tidak bisa dilihat. Kadang hanya tersisa lubang kecil di ujung preputium. Pada kondisi ini, akan terjadi fenomena “balloning” yaitu preputium mengembang saat berkemih karena desakan pancaran urine tidak diimbangi besarnya lubang di ujung preputium.
Kadang terjadi peradangan pada preputium sampai tidak bisa berkemih. Dokter bisa melakukan tindakan dilatasi (melebarkan lubang preputium) agar proses berkemih lancar. Setelah peradangan mereda, rasa nyeri berkemih membaik, lebih baik dilakukan sirkumsisi agar peradangan dan kesulitan berkemih tidak terulang lagi.
Bila phimosis menghambat kelancaran berkemih - seperti pada balloning - maka sisa-sisa urin mudah terjebak pada bagian dalam preputium dan lembah tersebut. Kandungan glukosa pada urine menjadi ladang subur bagi pertumbuhan bakteri. Karena itu, komplikasi yang paling sering dialami akibat phimosis adalah infeksi saluran kemih (UTI).
UTI paling sering menjadi indikasi sirkumsisi pada kasus phimosis. Ada pula kondisi lain akibat infeksi yaitu balanopostitis. Pada infeksi ini terjadi peradangan pada permukaan preputium dan glans penis. Terjadi pembengkakan kemerahan dan produksi pus pada “lembah” antara glans penis dan preputium. Meski jarang, infeksi ini bisa terjadi pada diabetes.
Kadang tepi preputium menjadi putih, terbentuk jaringan parut, tidak elastis dan tidak mau membuka saat ditarik ke belakang. Sekitar 1-1.5% anak laki-laki sampai pada usia 17 tahun bisa menderitanya. Gejala yang timbul: iritasi atau perdarahan di tepi preputium, rasa nyeri saat berkemih (disuria) dan tidak bisa berkemih (retensi urine). Kondisi ini disebut balanitis xerotica olbiterans. Sirkumsisi dianjurkan pada kondisi ini.
Benarkah sirkumsisi mempengaruhi kejadian UTI? Tahun 1980-an dilaporkan bahwa anak yang tidak disirkumsisi memiliki risiko menderita UTI 10-20 kali lebih tinggi. Tahun 1993, ditulis review bahwa risiko terjadi sebesar 12 kali lipat. Tahun 1999, dalam salah satu bagian dari pernyataan AAP (AMERICAN ACADEMY OF PEDIATRICS) tentang sirkumsisi, disebutkan bahwa dari 1000 anak pada usia 1 tahun, 7-14 anak yang tidak disirkumsisi menderita UTI sedang hanya 1-2 anak pada kelompok yang disirkumsisi. Dua laporan jurnal tahun 2001 dan 2005 mendukung bahwa sirkumsisi menurunkan risiko UTI.
Akan di adakan acara MAULID NABI MUHAMMAD SAW, Pengobatan Alternatif Gratis (Me’ri, Akupuntur, Bekam), Khitanan Massal Gratiss. Acara diadakan pada
- MAULID NABI MUHAMMAD SAW, Pengobatan Alternatif Gratis (Me’ri, Akupuntur, Bekam),
tanggal: 30 APRIL 2011, jam 08.30 s/d selesai.
Khitanan Massal Gratiss.
Tanggal 24 APRIL 2011
acara di selenggarakan oleh : NU ranting Chandra Indah dan Yayasan Faidhul Barokat.
Bagi para donatur yang ingin berpartipasi menyumbangkan dananya dapat di salurkan melalui : Nomor Rekening : 687 054 1994 an. Muhammad Fauzi (ketua Panitia) BCA cabang pondok gede



Sedikit ada pertanyaan di hati saya,
saya mengadakan survey kecil-kecilan di facebook,
saya mengajak kegiatan yang sifatnya sosial dan religi, namun tanggapan dari kawan2 saya di facebook sangat minim sekali, paling hanya 1 - 2 kawan yang memberi respon.
berbeda ketika saya membuat ide2 yang sifatnya senang2, hasilnya banyak kawan2 di facebook yang merespon.
dengan demikian hati kecil saya bertanya….. ternyata kesadaran mengenai kegiatan yang sifatnya religi dan sosia di Indonesia masih sangat kecil sekai.
Berbagai media saat ini dipenuhi dengan iklan-iklan berbagai parpol yang luar bisa besar dananya, dengan harapan mendapat simpati dari masyarakat untuk dipilih, program-program yang luar biasa bagus dalam menuju kebaikan negara ini sungguh menggairahkan kita sehingga tercipta massa-massa fanatik terhadap salah satu parpol, atau malah sebaliknya membenci salah satu parpol.
Sebenarnya yang perlu kita perhatikan adalah siapa saja yang mengelola parpol tersebut, karena sebuah parpol hanyalah suatu organisasi yang prilakunya mencerminkan pengemudinya, kepemimpinan dalam sebuah parpol pastilah akan mengalami pergantian pemimpin, maka jika ingin memilih parpol lihatlah siapa yang memimpin apakah prilakunya sesaui dengan hati nurani kita.
Namun yang terjadi saat ini adalah setiap pemerintah yang terpilih, akan dianggap gagal dalam menjalani kepemimpinannya, itu realita yang terjadi pada rakyat kita. sungguh merupakan kerja yang berat buat pemimpin yang terpilih nantinya.
Jika saya merenungkan sabda Nabi Muhammad SAW yang intinya ; “Janganlah memilih pemimpin yang ingin menjadi pemimpin karena Allah tidak akan membantu jika dalam kepemimpinannya menghadapi masalah, tapi pilihlah orang yang tidak berambisi menjadi pemimpin karena Allah akan menolong kepemimpinannya ketika mendapat masalah”, saya jadi berfikir, jangan-jangan negara kita salah dalam sistem pemilihan kepala negara dan wakil rakyat, sehingga terkesan kita sulit dalam mencapai kemajuan dalam negara ini.
Terlihat dalam setiap tempat-tempat yang strategis slalu ada nama yang mencalonkan diri dari berbagai parpol, mereka mengajukan diri lewat parpolnya untuk menjadi pemimpin.
ini menjadi renungan yang belum ada jawaban yang bisa saya terima, atau saya salah dalam memandang dalam hal ini, mungkin ada dari kawan-kawan yang mau share kepada saya bagaimana sebaiknya saya bersikap.
terimakasih